Minggu, 15 Juli 2018

Bahaya infeksi saluran kemih bagi ibu hamil


Infeksi saluran kemih memang seringkali dialami oleh ibu hamil. Tak jarang penyebabnya ialah karena bakteri yang masuk ke saluran kemih. Dampak yang ditimbulkannya pun bisa berupa rasa sakit yang cukup mengganggu.

Risiko terkena ISK akan meningkat saat kehamilan memasuki minggu keenam hingga ke-24. ISK lebih sering terjadi selama kehamilan karena perubahan saluran kemih. Posisi rahim berada langsung di atas kandung kemih.

Saat rahim membesar, disertai bobot tubuh yang meningkat selama hamil, aliran urine dari kandung kemih jadi terhalang. Hal ini ternyata membuat bakteri yang ada di urine memicu infeksi.

Bagaimanakah cara mendeteksi kehamilan, apakah sang ibu dalam kondisi yang baik ataukah sedang menderita ISK? Gejala yang sangat khas, yaitu saat buang air kecil muncul rasa perih atau tidak tuntas. Orang Indonesia sering menyebutnya sebagai anyang-anyangan. Hasrat buang air kecil pun jadi lebih sering.

Muncul seperti percikan darah saat urine ke luar, bahkan terlihat jelas adanya darah. Aroma urine pun jadi sangat menyengat. Gejala lainnya adalah rasa kram di perut bagian bawah. Pada beberapa kasus, disertai dengan kenaikan suhu atau demam.

ISK pada ibu hamil harus segera ditangani dengan tepat. Jika bakteri menyebar ke ginjal bisa memicu persalinan lebih awal, bayi pun jadi lahir prematur. Bagi ibu hamil, jika mengalami gejala seperti di atas segera konsultasi dengan dokter kandungan.

Dokter bisanya akan meminta pemeriksaan urine. Jika hasilnya positif terdapat bakteri di urine, berarti ibu terkena ISK. Obat antibiotik pun akan diberikan untuk melawan bakteri tersebut.

Kondisi ibu yang hamil memang membutuhkan antibiotik yang aman untuk janin. Oleh karena itu, jangan sampai lupa untuk konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Perihal antibiotik manakah yang aman untuk dikonsumsi bagi ibu hamil.

0 komentar:

Posting Komentar