Minggu, 12 Agustus 2018

Raja Garuda Mas Terapkan Program Kemitraan Dengan Petani Untuk Berkembang Bersama


Selama ini seringkali korporasi besar dipandang sebelah mata dan tidak dapat berjalan seiring dengan pihak yang lebih kecil. Banyak korporasi besar yang selama ini memberikan tindasan kepada para petani kecil. Akan tetapi hal tersebut nyatanya tidak berlaku bagi Raja Garuda Mas yang kini sudah berganti nama menjadi grup korporasi perusahaan internasional yaitu Royal Golden Eagle atau RGE.
RGE dapat tumbuh kembang seiring sejalan dengan para petani. Hal ini juga dapat terjalin karena komitmen dari RGE terhadap kerja sama dengan petani swadaya yang semakin lama semakin kuat. Hal tersebut  juga dibuktikan oleh salah satu anak perusahaan RGE yang berkecimpung dalam industri kelapa sawit yaitu Asian Agri. RGE dengan para petani tidak ragu menjalin ikatan dengan penerapan dua inti program kemitraan yaitu mitra plasma inti dan mitra swadaya. Untuk program kemitraan plasma inti bahkan sudah berjalan selama kurun waktu 30 tahun. Lantas apa kunci semua itu berjalan lancar bersama para petani?

Kunci Kelancaran Program Kemitraan RGE Dengan Para Petani

Satu hal yang petani harus tahu bahwa petani swadaya berbeda dengan petani plasma. Mereka merupakan petani yang independen dan bekerja tanpa ikatan dengan pihak yang lain. Mereka para petani swadaya bisa mengolah lahan sendiri dan bebas menentukan kemana hasil pertanian akan dijual. Mereka tidak harus menjual ke Asian Agri melainkan dapat mendistribusikan secara bebas.
Hanya saja minusnya dari petani swadaya karena semua yang dilakukan dengan cara mandiri, maka tentu produktivitas hasil perkebunan petani swadaya cenderung rendah. Hal ini juga terjadi karena modal yang minim dan pengetahuan mengenai tata kelola perkebunan yang kurang memadai. Hal seperti ini juga yang kemudian menjadi dasar dari RGE untuk menjalin suatu kerja sama dengan para petani swadaya. Bisa dikatakan hampir mirip dengan relasi bersama petani plasma inti, RGE juga berperilaku menjadi mitra bagi petani swadaya yang kemudian memberikan suatu langkah pendampingan kepada para petani swadaya kemudian memberikan bibit kelapa sawit dengan kualitas terbaik.
Royal Golden Eagle setelah itu turut melengkapinya dengan memberikan upaya pendampingan dan tata kelola kebun dengan sangat baik yang pada akhirnya RGE juga mengerahkan tim riset serta pengembangan dalam pendampingan para petani swadaya kemudian. Semua yang dilakukan sebagai inisiatif dari Asian Agri tidak hanya untuk kesejahteraan bagi para petani melainkan juga didasarkan atas kepedulian terhadap kelestarian alam. Sama halnya dengan anak perusahaan Royal Golden Eagle yang lain, mereka juga wajib untuk ikut serta dalam menjaga kesembangan iklim dalam masing – masing operasional perusahaan. Pendampingan dalam penjagaan keseimbangan iklim yang dilakukan berarti juga turut serta dalam arahan kerja yang ada kaitannya dengan lingkungan.
Pada akhirnya tingkat produktivitas hasil kebun bagi para petani swadaya yang cenderung lebih rendah sering memberikan dampak yang buruk bagi kelestarian alam. Hal ini juga karena para petani seringkali mengompensasinya dengan membuka suatu lahan yang baru dimana sebenarnya langkah ini hadir dengan dua sebab akibat. Pertama akan ada area hutan yang dibabat sehingga semakin berkurang dan yang kedua akan banyak metode pembakaran yang dilakukan dimana hal ini memicu kebakaran lahan dan juga kebakaran hutan. Karenanya pendampingan terbaik RGE sampai saat ini dilakukan untuk menghindari segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi pada iklim dan masyarakat khususnya para petani.

0 komentar:

Posting Komentar