Senin, 01 Oktober 2018

Pencucian dry cleaning bisa menyebabkan leukimia


Belum lama ini tersebar berita dari penyanyi Denada. Ya, diketahui bahwa saat ini putri semata wayangnya tengah menderita kanker darah atau yang lebih dikenal dengan leukimia. Kini Denada sedang berada di Singapura untuk menemani putrinya Shakira Aurum yang menjalani pengobatan di sana.

Berita mengagetkan ini mengangkat topik leukemia ke permukaan. Apa itu dan apa penyebabnya? Ternyata, diketahui kalau penyebab yang lebih mengagetkan lagi salah satu penyebab leukimia ini adalah metode pencucian baju secara kering, atau dry clean.

Leukemia atau kanker darah adalah salah satu jenis keganasan yang mengenai sel darah dan sumsum tulang. Pada keadaan normal, sumsum tulang akan memproduksi berbagai komponen darah seperti sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit (keping darah). Sel-sel darah tersebut nantinya akan mati dan digantikan dengan sel baru yang sudah dihasilkan oleh sumsum tulang.

Pada kondisi kanker, siklus tersebut tidak mungkin terjadi. Ini karena sel DNA pasien leukemia mengalami sebuah perubahan tidak normal, tumbuh tanpa terkendali, dan mengganggu produksi sel-sel lainnya.

Umumnya, sel yang terkena dampak tersebut adalah sel darah putih (leukosit). Saat leukosit terus bertambah banyak, ia akan menekan produksi sel darah merah dan trombosit. Itulah sebabnya pasien leukemia akan mengalami gejala awal berupa pucat, lemah, dan anemia karena kekurangan sel darah merah, serta muncul memar atau lebam tanpa sebab yang jelas.

Meski berbahaya dan dapat merenggut nyawa, penyebab pasti leukemia masih belum diketahui dengan pasti hingga saat ini. Namun, peneliti meyakini bahwa meyakini bahwa faktor genetik membawa pengaruh terbesar pada kejadian penyakit tersebut.

Di satu sisi, peneliti pun menyebut bahwa lingkungan juga ikut memberikan pengaruh tertentu. Bahkan, hal-hal di luar dugaan seperti metode pencucian pakaian dengan dry clean juga dituding memainkan peranan tersendiri pada terjadinya leukemia.

Dry cleaning dan leukemia

Dry cleaning merupakan proses mencuci dengan menggunakan larutan pencuci khusus, yaitu tetrachlorethylene atau perchlorethylene (PERC). Larutan PERC dapat menghilangkan noda dan kotoran pada pakaian tanpa menggunakan air.

Metode dry cleaning sering digunakan untuk mencuci pakaian yang berbahan lembut, seperti wol, kulit, atau sutra, untuk menghindari kerusakan pakaian akibat penggunaan mesin cuci.

Terkait hal itu, The International Agency for Research on Cancer (IARC) dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa larutan PERC yang digunakan dalam metode dry cleaning tergolong sebagai zat karsinogenik. Ini berarti, PERC termasuk ke dalam zat yang berpotensi menyebabkan kanker pada manusia.

American Cancer Society juga menyatakan hal serupa. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa mereka yang sering terpapar PERC, seperti pegawai dry cleaning atau pabrik kimia yang menggunakan PERC, lebih rentan mengalami beberapa jenis kanker, termasuk kanker esofagus, kandung kemih, kanker darah (leukemia), dan kanker kelenjar getah bening (limfoma).

Usut punya usut, senyawa PERC yang tertinggal di baju setelah proses dry cleaning dapat menempel di kulit atau terhirup saat bernapas, lalu masuk ke paru dan aliran darah. Dalam jumlah sedikit, senyawa ini dapat dikeluarkan dari tubuh melalui urine. Namun, bila semakin sering terpapar, maka jumlahnya akan semakin banyak dan menumpuk dalam tubuh. Hal inilah yang kemudian memicu timbulnya kanker.

Tak sebatas menjadi penyebab kanker, senyawa PERC ternyata juga menimbulkan efek negatif bagi tubuh. Senyawa itu diketahui dapat menyebabkan kebingungan, sakit kepala, rasa ingin pingsan, hingga kerusakan otak dan sel saraf yang lebih parah.

Tanpa disadari, metode pencucian baju yang terbilang modern dan praktis tersebut bisa menimbulkan bahaya yang sangat serius. Dampak dari terpapar PERC memang tidak akan anda dapatkan dalam jangka waktu dekat, melainkan dalam jangka waktu yang lama. Namun, mengetahui risiko ini ada baiknya kalau anda menggunakan teknik konvensional saja untuk membersihkan baju anda, yaitu dengan mesin cuci biasa atau mencuci dengan tangan.

Pertumbuhan pengguna Facebook makin melemah, CEO kehilangan Rp 272 T dalam 2 jam


Pengguna baru di Facebook hingga saat ini terpantau lemah. Kenaikan para pengguna baru di Facebook diketahui hanya 1,54 persen. Angka tersebut ternyata jauh lebih lambat dari kuartal pertama tahun ini yang tercatat 3,14 persen kenaikannya.

Sementara itu, pengguna aktif harian Facebook harian tembus di angka 1,47 miliar. Naik sangat rendah dengan 1,44 persen dibandingkan dengan kuartal pertama tahun ini yang tercatat 3,42 persen.

Mengutip laman Tech Crunch, sebagai perbandingan laju pertumbuhan pengguna harian paling lambat di Facebook adalah 2,18 persen pada Q4 2017.

Untuk mengalihkan perhatian terkait pertumbuhan pengguna yang lemah, Zuckerberg mengumumkan ada 2,5 miliar orang yang menggunakan aplikasi miliknya: Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger.

Namun, pernyataan bos Facebook tetap mempengaruhi pendapatan perusahaan. Saham Facebook pun anjlok hingga 22 persen karena investor khawatir soal pertumbuhan yang lambat dan dampak dari masalah privasi pada bisnis perusahaan.

Facebook juga mengumumkan bahwa pertumbuhan pendapatan perusahaan akan melambat di paruh kedua tahun ini dan pengeluaran bakal meningkat lebih cepat ketimbang pendapatan tahun depan.

Pengeluaran perusahaan akan digunakan untuk meningkatkan privasi pengguna yang buruk dan untuk memantau posting-an pengguna.

Diwartakan Independent, total pengeluaran pada Q2 melonjak menjadi US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 107 triliun, naik 50 persen dibandingkan tahun lalu.

"Tingkat pertumbuhan total pendapatan kami akan terus berkurang pada paruh kedua 2018, dan kami berharap tingkat pertumbuhan pendapatan kami hanya menurun dengan persentase satu digit dari kuartal sebelumnya secara berurutan di Q3 dan Q4," kata kepala keuangan David Wehner.

Wehner menyebut pengeluaran diperkirakan akan melonjak, dari 50 persen menjadi 60 persen dibandingkan dengan tahun lalu karena perusahaan berinvestasi untuk keamanan, pemasaran, dan akuisisi konten.

Harta Zuckerberg juga dikabarkan mengalami penurunan setelah penutupan saham pada Rabu, 25 Juli 2018. Menurut bursa saham, nilai saham Facebook disebut-sebut mengalami penurunan hingga lebih dari 16 persen di bursa saham New York.

Gara-gara hal ini, laman Forbesmenyebut, kekayaan Zuckerberg terjun bebas sebanyak US$ 18,8 miliar atau setara Rp 272 triliun.

Parahnya, penurunan jumlah harta Zuckerberg ini terjadi hanya dalam waktu dua jam.

Sekadar diketahui, pada pukul 17.30 waktu New York, saham Facebook turun 16 persen ke angka US$ 181,89 per lembarnya. Dalam waktu singkat, yakni pukul 17.48, saham Facebook turun lagi ke angka US$ 167 per lembar.

Hal inilah yang membuat nilai kekayaan bos Facebook langsung meluncur turun dari angka Rp 1.191 triliun ke angka US$ 63,6 miliar atau setara Rp 919 triliun.

Gara-gara nilai kekayaannya turun drastis, Zuckerberg yang tadinya merupakan orang terkaya nomor empat harus merelakan posisinya. Forbes Real-Time Rangkings mencatat, kini posisi Zuck menjadi orang terkaya nomor delapan di dunia atau turun empat urutan.

Jangan malas mencuci botol minum anda, bisa menyebabkan penyakit!


Kebanyakan orang mungkin berpikir kalau tidaklah perlu untuk mencuci botol air minum setiap hari. Alasannya sederhana, selain masih bersih dan yang kedua malas. Namun tahukah anda kalau malas mencuci botol air minum ternyata bisa menimbulkan penyakit?

"Botol air minum itu lingkungannya lembap ya, jadi amat mungkin bagi bakteri penyebab penyakit untuk hadir dan berkembang di sana. Mungkin bisa menyebabkan mual, muntah, dan diare," kata dokter dari Northwell Health, Robert Glatter.

Salah satu bakteri yang sering hinggap di botol air minum yang jarang dicuci adalah E.coli. Menurut Robert, bakteri ini bisa menyebabkan gastroenteritis atau infeksi usus seperti mengutip laman Health.

Cara mencuci

Pakar kesehatan menyarankan botol air minum dicuci setiap hari. Mencuci botol air minum bisa dengan sabun cuci piring dan spons khusus untuk botol. Cara ini efektif untuk membuat botol minum jauh dari bakteri yang membuat sakit seperti disampaikan teknisi pembersih rumah bersertifikat, Smallin Kuper.

Jika bagian dalam botol minum agak berlendir dan bau, bisa dengan menambahkan 3 persen hidrogen peroksida.

"Setelah mencuci seluruh bagian dengan sabun dan membilasnya, kemudian tuangkan sekitar 1/4 cangkir hidrogen peroksida ke dalam botol. Lalu tutup. Kemudian kocok, lalu bilas untuk memastikan bahan tersebut sudah tidak ada," kata Kuper.

Bila sulit mendapatkan 3 persen hidrogen peroksida, bisa menggunakan cuka. Caranya, ambil 1/4 cangkir cuka kemudian tambahkan sedikit air. Biarkan beberapa menit, kemudian bilas.

Hal yang terbilang sepele ini mungkin tidak pernah anda duga sebelumnya bukan? Nah, oleh sebab itu mulai sekarang jangan malas untuk mencucinya ya!