Minggu, 28 April 2019

Yuk, Beralih ke Asuransi Kesehatan Berbasis Syariah


Berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia beberapa tahun terakhir, tak ayal membuka peluang bagi sektor-sektor terkait untuk turut mengembangkan diri seperti bank syariah, koperasi, hotel, maupun asuransi kesehatan syariah

Mulai terbukanya informasi menjadi salah satu alasan pesatnya penerapan prinsip syariah dalam kehidupan masyarakat. Apalagi, dengan jumlah penduduk muslim yang menjadi mayoritas, aspek penunjang kehidupan yang sesuai dengan ajaran agama tentu sangat dinantikan. Sama halnya dengan asuransi kesehatan syariah yang saat ini mulai banyak ditawarkan oleh perusahaan jasa asuransi, yang sebelumnya masih bergerak dengan prinsip konvensional.

Pastinya pengen tahu kan apa saja keuntungan jika menjadi peserta asuransi kesehatan syariah? Ini informasinya :

1. Konsep tolong menolong
Tak seperti asuransi kesehatan konvensional, asuransi yang berbasis syariah cenderung menerapkan konsep tolong menolong. Dengan konsep ini, dana yang kita investasikan melalui produk perlindungannya tidak hangus, namun justru digunakan untuk membantu peserta lain yang terkena musibah. Bahkan pada periode tertentu, ada keuntungan yang akan dibagikan secara merata kepada masing-masing peserta, lho.

2. Konsep risk sharing
Pada asuransi kesehatan syariah, kerugian tidak dibebankan kepada peserta seperti yang terjadi pada asuransi konvensional. Konsep ini diakui lebih adil dibandingkan dengan risk transfer, di mana perusahaan penyedia jasa asuransi tidak menanggung kerugian karena dibebankan kepada peserta.

3. Dana tidak hangus
Asuransi syariah menerapkan konsep titipan atau wadiah, yakni dana kita akan dikembalikan ke rekening peserta yang telah dipisahkan dari rekening premi atau Tabarru’. Biaya operasional ditanggung oleh pemegang polis dan hanya terbatas pada kisaran 30 persen dari premi yang membuat pembentukan nilai tunai cepat terbentuk di tahun pertama dengan memiliki nilai 70 persen dari premi.

4. Tidak ada unsur riba
Transaksi keuangan syariah melarang beberapa praktik seperti riba, gharar atau ketidakjelasan dana, dan juga maisir atau judi. Produk dari perusahaan asuransi syariah dikelola dengan proses yang sesuai dengan persetujuan dari awal. Misalkan untuk alokasi investasi, akad yang digunakan adalah Mudharabah, yaitu akad kerjasama di mana peserta menyediakan 100 persen modal dan dikelola oleh perusahaan asuransi tersebut dengan menentukan kontrak bagi hasil.

Dari penjelasan di atas, sudah tidak ragu lagi beralih ke asuransi kesehatan syariah, kan? 

0 komentar:

Posting Komentar