Rabu, 16 Oktober 2019

Hal Penting Seputar Meningitis


Radang selaput otak, atau disebut juga dengan meningitis merupakan penyakit yang menular yang bisa berakibat fatal. Namun jika cepat ditangani, infeksi ini bisa disembuhkan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk Anda saat mewaspadai gejala penyakit meningitis ini sejak dini guna mengurangi resiko kompilkasi. Simak semuanya dibawah ini dari gejala, penyebab, serta cara mencegah dan mengobatinya. 

Meningitis atau radang selaput otak merupakan infeksi yang menyerang meninges, selaput pelindung yang menyelimuti otak dan daraf tulang belakang. Infeski ini paling sering disebabkan oleh virus. Akan tetapi dalam bebrapa kasus dapat juga disebabkan oleh bakteri dan juga jamur. Radang selaput otak yang disebabkam oleh virus pada umumnya bisa sembuh tanpa pengobtan medis. Sementara radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri pada umumnya membutuhkan antibiotik untuk mempercepat pemulihan pasien.  Menunda pengobatan radang selaput otak yang disebabkan karena bakteri dapat menignkatkan resiko kerusakan otak permanen dan efek berbahaya permanen lainnya.

Meningitis merupakan penyakit yang dapat terjadi pada setiap usia. Namun, palinhg sering menyerang ornag dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti bay, lansia dan juga orang dengan HIV/AIDS beberapa faktor yang terjadi penyebab meningitis adalah.

  1. Orang yang baru saja menjalani transpalantasi sumsum tulang
  2. Memiliki riwayat penyakit diabetes
  3. Tidak melakukan vaksin meningitis
  4. Sedang hamil. Jika Anda senang hamil, Anda meningkatkan resiko tertular.

Bagaimana penyakit ini menginfeksi tubuh?

Masa inkubasu penyakit meningitis adalah 3-4 hari (rentang waktu 2-10 hari) setelah mikroba penyebab meningitis masuk ke dalam tubuh, Di dalam tubuh, virus atau bakteri menginfeksi otak, sumsum tulang belakang. Di dalam tubuh, virus atau bakteri menginfeksi otak, sumsum tulang belakang, atau meninges (selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang) 

Pada saat infeksi terjadi, meninges membengkak dan menekan otak serta sumsum tulang belakang, Tekanan terhadap orang tersbut akan menyebabkan gejala sementara seperti sakit kepala dan sarafm erta menghambat aliran darah ke otak sehungga bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada sistem saraf dan otak, pada banyak kasus, penyakit meningitis bahkan berkahir pada kematian.

Gejala Meningitis 

Gejala yang paling khas dari penyakit meningitis adalah seringnya pasien mengalami sakit kepala yang parah yang tidak kunjung membaik disertai dengan nyeri leher. Sayangnya, gejala meningitis tersebut juga sama dengan penyakit lain. Itu sebabnya segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami sakit kepala parah yang diesrtai dengan nyeri. Sebenarnya gejala meningitis akan bervaiasi tergantung pada usia dan penyebab infeksinya, Meski begitu secara umum gejala meningitis disertai dengan

  • Demam dan mengigil
  • Sakit kepala parah yang tidak mengunjung membaik
  • Mual dan muntah
  • Leher kaku dan nyeri 
  • Nyeri sendi dan otot
  • Kaki dan tangan terasa dingin
  • Napas cepat 
  • Fotophobia (lebih peka terhadap cahaya)
  • Perubahan kondisi mental seperti kebingunan, mudah marah dan tidak fokus 
  • Sering pingsan 
  • Kram perut jika virus atau bakteri sudah menginfeksi darah
  • Pada kasus yang serius radang selapit otak bisa ditunjuka dnegan gejala kejang atau koma. 
Gejala meningitis pada bayi dan anak-anak sedikit berbeda dari yang sudah ditulis diatas, beberapa gejala meningitis pada bayi dan anak-anak antara lain adalah.

  • Muncul icterus (warna kekuningan ke kulit)
  • Tubuh dan leher bayi yang kaku
  • Bingun, lemas, dan kurang responsive
  • Rewel bahkan menangis dnegan teriakan tinggi secara terus menerus
  • Menolak makan atau menyusi
  • Muncul bernjolan di pucuk kepala bayi 
  • Tidur terus sulit dibangunkan
  • Muncul benjolan di pucuk kepala bayi

Rabu, 09 Oktober 2019

Stimulasi Anak yang Baik dan Gizi Pertumbuhan Anak


Dalam perkembangan dan pertumbuhan anak kecil, peran gizi memang sangat penting, terutama pada fase 1.000 hari pertama kehidupan si kecil. Asupan gizi yang sesuai harus di imbangi dengan stimulasi anak. Semua itu menjadi kunci penting untuk menjadikan anak tumbuh dan berkembang dengan optimal. Maka dari itu, sejak anak masih dalam kandungan sampai usia 2 tahun, sebagai orangtua harus pandai dalam memastikan asupan nutrisinya cukup. Fase tersebut merupakan fase emas dalam masa tumbuh kembang, terutama fungsi di dalam kognitif anak. Dukungan orangtua bisa berupa menyediakan asupan gizi yang bernutrisi tinggi sejak awal tahapan kehidupan. Manfaat dari memberikan stimulasi pada anak sejak dini adalah untuk memberikan rangsangan ketika si kecil lahir, bahkan memberikan stimulasi pada anak sejak dini bisa merangsang untuk semua sistem panca indera seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan dan pengecapan. Nah, rangsangan yang dilakukan secara terus menerus bisa memacu untuk perkembangan otak si kecil di dalam berbagai aspek.

Nutrisi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak ketika dalam kandungan sampai balita, antara lain asupan asam linoleat, kolin pada telur dan DHA, kalsium, sfingomielin, dan vitamin D. Semua nutrisi tersebut dibutuhkan untuk perkembangan hipokampus, yakni bagian dalam otak yang berfungsi untuk daya ingat si kecil dan proses belajarnya. Buat para Ibu hamil, jangan lupa mengkonsumsi makanan yang bernutrisi, asupan gizi yang baik serta zat besi yang cukup. Nantinya, ketika anak sudah waktunya makan makanan pendamping ASI, ibu bisa memberikan zat besi yang umumnya terkandung dalam sayuran berwarna, serta asupan zink yang biasanya terkandung pada daging atau susu jika diperlukan.

Orangtua tetap harus mendampingi dan mengasah kemampuan si kecil mulai dari belajarnya agar meraih capaian penting dalam tumbuh kembang sesuai dengan tahapan usianya. Sehingga nantinya akan terbentuk kemampuan progresif belajar si kecil yang dibutuhkan untuk membentuk karakter pada masing-masing anak dan menemukan bakat mereka. Setiap anak memiliki potensi untuk menjadi anak hebat.

Asupan gizi yang sesuai harus di imbangi dengan stimulasi anak. Semua itu menjadi kunci penting untuk menjadikan anak tumbuh dan berkembang dengan optimal.