Jumat, 06 Desember 2019

Apa Indikasi Sebuah Perusahaan Terkena Krisis Keuangan?


Perjalanan bisnis bukan tanpa hambatan, sebuah perusahaan dalam perjalanan bisnisnya pasti akan mengalaminya. Salah satu kondisi paling buruk yang sangat mengganggu kinerja perusahaan adalah ketika krisis keuangan terjadi. Kondisi ini bisa mengakibatkan perusahaan tersebut rugi dan akhirnya bangkrut. 

Adapun beberapa indikasi perusahaan terkena krisis keuangan adalah sebagai berikut:

1. Hutang Terlalu Banyak 

Hutang yang terlalu banyak menjadi indikasi perusahaan terkena krisis keuangan. Konsekuensi utama jika memiliki hutang yang terlalu banyak jika tidak bisa melunasinya maka aset perusahaan akan dijual atau disita oleh Bank. Perlu dipahami bahwa ambang batas rasio utang dikatakan aman bagi sebuah perusahaan atau bisnis adalah dibawah 40% atau 50% jika lebih dari itu maka sangat tidak dianjurkan karena bisa menghambat kinerja keuangan perusahaan.

2. Pengelolaan Kas Buruk 

Pengelolaan kas yang buruk bisa menjadi salah satu penyebab buruk pada perusahaan. Dimulai dari pencatatan penerimaan dan pengeluaran dalam setiap bulan tidak dikelola dengan baik, sehingga posisi nilai kas tidak bisa diketahui apakah sedang untung atau rugi. Dengan pengelolaan kas yang baik manfaatnya akan lebih mudah mengidentifikasi sebelum terjadinya krisis dalam keuangan kas.

3. Tingkat Pertumbuhan Menurun 

Pada umumnya perusahaan yang sehat setiap bulan atau tahunnya akan mengalami pertumbuhan atau peningkatan. Hal ini terlihat dari market share produk yang selalu meningkat, jangan sampai malah turun. Karena pertumbuhan yang menurun merupakan salah satu tanda keuangan bisnis perusahaan dalam keadaan bahaya dan bisa berimbas kepada krisis keuangan.

4. Pengawasan yang Kurang 

Pengawasan secara meyeluruh dan berkala khususnya di sektor keuangan perusahaan menjadi sangat penting dilakukan. Risiko manajemen keuangan yang ditimbulkan dari rendahnya pengawasan keluar masuknya uang dan berbagai transaksi keuangan perusahaan bisa mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian. Jika ini terjadi secara terus menerus maka sangat bisa dipastikan perusahaan tersebut akan mengalami krisis keuangan. 

Untuk mengurangi potensi yang muncul dari krisis keuangan dan berbagai kondisi tak terduga yang sewaktu-waktu bisa terjadi maka perusahaan diharuskan untuk menerapkan sistem risiko manajemen keuangan. Hal ini penting dilakukan selain untuk mengakomodir krisis keuangan yang bisa muncul, juga untuk meningkatkan nilai perusahaan agar lebih berdaya saing dalam pengambilan keputusan yang tepat.

Sistem risiko manajemen keuangan akan memberikan gambaran kepada perusahaan tentang peluang risiko apa saja dan bagaimana cara untuk meminimalkan risiko tersebut secara tepat dan terukur. Jika kondisi ini tidak bisa ditangani secara baik maka akan mengakibatkan memburuknya kondisi finansial perusahaan sehingga bisa mempengaruhi jalannya bisnis perusahaan. 

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengelola manajemen risiko keuangan perusahaan adalah menggunakan jasa perusahaan broker asuransi dan konsultan risiko seperti Marsh Indonesia.

Broker asuransi memiliki fungsi dan peran sebagai badan yang dibentuk untuk mewakili kepentingan dan membantu klien dalam melakukan penanganan manajemen risiko yang dimana salah satunya adalah risiko manajemen keuangan. Broker asuransi juga akan memberikan analisa dan solusi untuk meminimalisir risiko kerugian finansial akibat dampak risiko yang dapat terjadi. 

0 komentar:

Posting Komentar