Jumat, 27 Maret 2020

4 Tips Memilih Tabungan Pendidikan yang Terbaik untuk Anak


Memenuhi kebutuhan anak adalah hal lumrah yang perlu dilakukan oleh orang tua. Pada umumnya kebanyakan orang tua pasti menginginkan segala yang terbaik untuk anaknya termasuk juga mengenai kebutuhan pendidikannya. Inilah 4 tips memilih tabungan pendidikan yang terbaik untuk anak Anda. 


1. Ketahui Perbedaan Tabungan dan Asuransi Pendidikan 

Tabungan dan asuransi merupakan dua hal yang mempunyai fungsi hampir sama yaitu sebagai tempat investasi. Tabungan lebih mengarah ke penyimpanan uang pada lembaga keuangan tertentu. Besaran bunga yang Anda peroleh adalah tetap di setiap bulannya. Jenis investasi ini bisa dikatakan lebih aman dibandingkan asuransi pendidikan.

Asuransi pendidikan cocok untuk Anda yang ingin berinvestasi untuk jangka panjang. Bunga yang akan Anda peroleh dari asuransi besarannya tidak tetap. Bisa jadi naik bahkan turun sewaktu-waktu tergantung dengan nilai saham. Selain berguna untuk investasi pendidikan asuransi juga memiliki fungsi sekaligus yaitu berperan sebagai asuransi jiwa dan kesehatan.

Tabungan merupakan produk yang dikeluarkan oleh bank, sedangkan asuransi dikelola oleh perusahaan/institusi asuransi tertentu. Asuransi pendidikan dapat Anda temukan di bank tertentu, namun perlu Anda ketahui jenis asuransi pendidikan tersebut bukanlah produk dari perbankan, melainkan bank hanya berperan sebagai agen atau penjual asuransi tersebut.


2. Sesuaikan Kebutuhan dan Kemampuan

Langkah utama yang perlu dilakukan Sebelum Anda memilih tabungan khusus pendidikan untuk anak Anda adalah tetapkan sebuah target dan pastikan target tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Terdapat dua jenis investasi pendidikan untuk anak, yaitu tabungan dan asuransi / deposito.

Tabungan lebih tepat digunakan jika Anda membutuhkan investasi pendidikan dalam jangka waktu pendek. Apabila Anda membutuhkan untuk investasi pendidikan jangka panjang asuransi dan deposito dapat menjadi pertimbangan.

Memperhitungkan kemampuan finansial Anda merupakan hal yang perlu dilakukan di awal. Secara umum jenis investasi semacam asuransi memiliki syarat dan ketentuan tertentu. Jika Anda salah dalam memperhitungkan keuangan bisa jadi Anda justru akan mengalami kerugian. untuk menghindari hal tersebut memilih jenis tabungan pendidikan lebih dianjurkan.


3. Tentukan Target

Kebanyakan orang tua pastinya sudah merencanakan target pendidikan anaknya sampai ke jenjang tertentu. Pastikan dana pendidikan yang Anda siapkan untuk anak Anda cukup untuk merealisasikan rencana tersebut. Investasi pendidikan untuk anak perlu Anda siapkan dari jauh-jauh hari. 

Carilah informasi mengenai besaran biaya pendidikan yang harus dibayarkan sesuai dengan jenjang pendidikan yang akan dijalani anak Anda. Perhitungkan besaran inflasinya sehingga Anda akan mendapatkan kisaran total biaya yang dibutuhkan. Hal tersebut akan mempermudah Anda dalam memilih jenis investasi pendidikan yang sesuai dengan target.


4. Pilih Produk yang Tepat

Pilihlah produk yang tidak hanya berupa investasi namun juga sekaligus bermanfaat sebagai proteksi. Beragam jenis tabungan dan deposito kini memberikan penawaran jaminan/asuransi, meski hanya berupa asuransi tradisional dan masih tergolong sebagai fitur tambahan. 

Nilainya pun tidak sebesar seperti yang diperoleh dari institusi asuransi karena biaya ini ditanggung oleh bank. Sedangkan pada asuransi pendidikan, fungsi proteksinya merupakan fitur utama yang termasuk dalam besaran premi yang Anda bayarkan sehingga memiliki nilai yang lebih besar. 

Anda perlu mencari informasi yang jelas mengenai syarat dan ketentuan produk investasi tertentu sebelum Anda menentukan pilihan. Kini beragam produk bank yang menawarkan tabungan khusus pendidikan anak memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda-beda. Pastikan Anda memilih yang paling tepat untuk masa depan anak Anda.

Nah, itulah 4 tips yang dapat dipertimbangkan agar Anda memperoleh tabungan pendidikan terbaik untuk anak Anda. Dengan perencanaan finansial yang sudah mapan, Anda tak perlu khawatir dalam mempersiapkan biaya pendidikan hscbc.co.id dapat membantu Anda merencanakan biaya pendidikan anak Anda.

Kamis, 19 Maret 2020

Inilah 7 Penyebab Rambut Rontok Berdasarkan Jenis Kerontokan Rambut


Kesehatan merupakan hal yang wajib untuk selalu dijaga. Tak hanya kesehatan tubuh saja rambut juga perlu dijaga kesehatannya. Rambut rontok merupakan salah satu permasalahan rambut, ketahui penyebab rambut rontok berdasarkan jenis kerontokannya.


1. Alopecia Areata

Pada umumnya alopecia areata terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Tak hanya orang dewasa yang dapat terserang jenis kerontokan rambut ini anak remaja juga mempunyai kemungkinan untuk terserang alopecia areata. Alopecia areata merupakan kerontokan rambut kepala yang terjadi hanya dibagian tertentu saja.

Gejala yang tampak pada penderita alopecia areata adalah mengalami rambut rontok berlebihan. Muncul titik kebotakan pada umumnya berbentuk lingkaran, kuku menjadi kasar dan lebih rapuh. Jenis kerontokan rambut semacam ini biasanya disebabkan karena si penderita mengalami stres berat. 


2. Alopecia Traksi 

Kasus kerontokan rambut jenis alopecia traksi dipicu oleh terlalu seringnya rambut diikat atau ditarik dalam waktu yang lama. Hal tersebut merupakan penyebab rambut rontok. Sebaiknya Anda menghindari mengikat rambut terlalu kencang khususnya bagi pengguna hijab.

Kasus kerontokan rambut jenis ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil berwarna putih atau merah di sekitar folikel rambut. Kemudian, area rambut yang diikat biasanya akan terasa sangat gatal, muncul sisik pada kulit kepala, dan rambut akan rontok secara simetris. 


3. Alopecia Involutional

Gejala yang kerap terlihat pada penderita alopecia involusional adalah jumlah rambut akan semakin sedikit terutama di bagian dahi. Pola penipisan rambut pada jenis kerontokan rambut ini menyerupai huruf M. Biasanya kerontokan rambut alami ini terjadi secara bertahap seiring meningkatnya jumlah folikel rambut yang masuk ke fase istirahat (telogen).

Jenis kerontokan rambut alopecia involusional ini, termasuk dalam jenis kerontokan rambut yang paling sering terjadi pada kebanyakan orang. Penyebab utama seseorang mengalami kerontokan rambut alopecia involusional adalah karena faktor usia, baik pada pria maupun wanita.


4. Alopecia Androgenik

Karakteristik umum yang terlihat pada penderita alopecia androgenik di antaranya adalah garis rambut menipis, rambut rontok di kulit kepala bagian depan dan bagian tengah. Biasanya gejala alopecia androgenik muncul ketika Anda dalam masa pubertas. Pada pria kerap dialami pada awal usia 20 tahun. Sementara pada wanita, kasus alopesia androgenik kerapnya dialami di usia sekitar 40 tahun sampai 50 tahun.

Untuk menjaga kesehatan rambut sebaiknya lakukan perawatan rambut secara rutin dan dengan cara yang baik. Hal tersebut dapat meminimalisir terjadinya gangguan rambut rontok baik di usia muda maupun hingga tua nanti.


5. Alopecia Universalis

Kondisi alopecia universalis yaitu kondisi di mana seluruh rambut yang ada di seluruh tubuh mengalami kerontokan. Mulai dari kulit kepala, kaki, dada, punggung, alis hingga ketiak. Jenis kerontokan rambut ini dapat dikatakan kerontokan rambut yang sangat parah dan mengerikan.

Sejauh ini, belum ada satupun penelitian yang menjelaskan apakah kerontokan rambut jenis ini punya kemungkinan untuk tumbuh kembali atau tidak. Penyebab utama terjadinya kerontokan rambut seperti ini adalah gangguan autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat pada tubuh sendiri khususnya bagian folikel rambut. 

Masalah psikologis, seperti stres, depresi, cemas, atau gangguan paranoid juga merupakan pemicu alopecia universalis.


6. Trikotilomania

Kerontokan rambut jenis ini lebih kerap terjadi pada anak-anak. Trikotilomania pada umumnya terjadi karena faktor kesengajaan, dimana penderita yang mencabuti rambutnya sendiri. Hal tersebut berkaitan dengan gangguan psikologis yang dialami si penderita. 


7. Scarring Alopecia

Kasus kerontokan rambut scarring alopecia ditandai dengan perubahan fisik yang muncul seperti kulit bersisik, dan perubahan warna kulit, hingga muncul luka yang kadang disertai nanah di bagian rambut yang rontok. Pada umumnya kasus ini terjadi akibat peradangan atau kelainan pada kulit meliputi folikulitis, seluit, lichen planus, dan lupus.

Itulah 7 jenis kerontokan rambut beserta penyebab rambut rontok yang pada umumnya ditemui di kehidupan manusia. Silakan cek tresemme.com pilihan produk yang terdapat disana dapat membantu menjaga kesehatan rambut Anda.